Rabu, 09 Maret 2016

GMT di Belitung

Ini Dia Detik-detik GMT di Belitung

proses gerhana matahari © Republika / Kurnia Fakhrini proses gerhana matahari REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG -- Penumpang kapal Kelud milik Pelni menyaksikan detik-detik gerhana matahari total (GMT) di perairan Belitung, Rabu (9/3). Penampakan matahari bisa dilihat menggunakan kacamata ND5 yang dibagikan kepada seluruh penumpang. Tanpa kacamata itu, tidak bisa disaksikan detik-detik bulan menutup matahari.
Cuaca di Belitung sesaat sebelum terjadinya proses gerhana terpantau cerah. Ada beberapa awan yang sempat menutupi langit belitung namun relatif cerah. Pada pukul 07.00 bulan sudah menutup separuh matahari, cuaca masih terpantau cerah.
Sekitar pukul 07.15, bulan menutup hampir penuh langit Belitung mulai menggelep, gelap yang tetap cerah seperti senja. pukul 07.20 matahari tersisa tunggal seharis dari kacamata ND5.
Langit Belitung menggelap dengan sisa sedikit cahaya matahari. Belitung tampak seperti malam. Pukul 07.24 puncak gerhana, dengan mata telanjang bisa melihat korona matahari. Suasana langit seperti malam. Suara takbir dan tepuk tangan menyambut GMT.
Pukul 07.25 cincin matahari mulai terlihat kembali. Langit kembali cerah.
sumber : http://u.msn.com/id-id/berita/nasional/ini-dia-detik-detik-gmt-di-belitung/ar-AAgxPDa?li=AAfuHN7

Wisman Puas Saksikan Gerhana Matahari Total di Balikpapan

Wisman Puas Saksikan Gerhana Matahari Total di Balikpapan

Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengaku puas bisa menyaksikan gerhana matahari total di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu kemarin 9 Maret 2016.
ebab, kondisi cuaca di atas langit Kota Minyak tersebut sangat cerah tanpa awan saat fenomena alam itu berlangsung.
"Balikpapan menjadi tempat terbaik di Kalimantan untuk mendapatkan momen gerhana matahari. Kami sangat beruntung," ucap Caecilia, seorang pelancong asal Norwegia, seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/3/2016).
Pada kesempatan itu, Caecilia membuat ratusan foto proses GMT di Balikpapan hanya berlangsung selama 69 detik.
Apalagi setelah mendapat kabar bahwa sejumlah pelancong asal Hong Kong yang mengamati GMT dari Tana Grogot, Kabupaten Paser, dan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, tidak mendapatkan gambar bagus sebab matahari terhalang awan.
"Jadi, beruntung sekali kami datang ke sini," kata Aida Sugiharto, kontributor majalah Scuba Diver Australia yang datang bersama rombongan pelancong dari Hong Kong tersebut.
Gerhana Matahari © Kombinasi foto Gerhana Matahari (Reuters/Beawiharta) Gerhana Matahari Direktur Trans Borneo Adventure Joko Purwanto yang memfasilitasi para pelancong Hong Kong tersebut, juga membenarkan bahwa sebagian wisatawan yang difasilitasinya untuk melihat GMT di Tana Grogot dan Pangkalan Bun melaporkan mereka tak bisa melihat apa-apa.
"Ada wisatawan Jerman dan Jepang yang menyebar ke Tana Grogot dan Pangkalan Bun. Kasihan, di sana mendung, baik di Tanah Grogot maupun di Pangkalan Bun," tutur Purwanto.
Mayoritas Peneliti
Wisatawan yang sebagian besar peneliti tersebut, terutama yang ke Tana Grogot, berangkat dari Balikpapan.
Mereka melanjutkan perjalanan ke Tanah Grogot karena berdasarkan perhitungan BMKG, peristiwa GMT di ibu kota Kabupaten Paser itu terjadi hingga 2 menit 20 detik.
Di Kota Balikpapan, baik wisatawan, warga maupun ilmuwan mengamati GMT dari Pantai Manggar dan Pantai Kilang Mandiri, yang menjadi bagian dari Pantai Banua Patra dan Helipad Pertamina.
Sebelum gerhana terjadi, sebagian warga muslim juga menggelar salat gerhana di helipad tersebut.
Peristiwa GMT terjadi mulai Rabu 9 Maret 2016 pukul 07.33 Wita saat bulan mulai melewati piringan matahari dan mulai menghalangi sinar matahari ke bumi.
Pada pukul 08.34 Wita, gerhana matahari total terjadi ketika seluruh piringan matahari tertutup bulan dan kegelapan menyelimuti Kota Balikpapan selama 69 detik.
Pukul 08.35 Wita, saat bulan mulai meninggalkan piringan matahari, terjadi gerhana matahari cincin, di mana piringan matahari melingkari bulan seperti cincin dan bagian yang menonjol sedikit dari matahari memancarkan sinar terang seperti mata cincin.
"Pemandangan yang indah sekali," kata Noel, pelancong asal Spanyol yang menyaksikan langsung gerhana matahari total di Balikpapan.

sumber : http://u.msn.com/id-id/berita/nasional/wisman-puas-saksikan-gerhana-matahari-total-di-balikpapan/ar-AAgAh9r?li=AAfuHN7

Warga Bali Tetap Saksikan Gerhana Matahari

Meski Nyepi, Warga Bali Tetap Saksikan Gerhana Matahari

Perayaan Nyepi umat Hindu di Bali kali ini terasa sangat spesial. Sebuah fenomena alam menyertai pergantian tahun saka 1938, yakni gerhana matahari.
Sejumlah warga di perumahan Ayung Resort, Sibag Kaja, Badung tidak melewatkan kesempatan yang hanya terjadi 350 tahun sekali di tempat yang sama ini. Padahal, saat Nyepi warga Bali dilarang ke luar rumah atau melakukan aktivitas apapun.
Menggunakan peralatan sederhana berupa lembar film rontgen bekas, sejumlah warga menyaksikan pergeseran bulan menutupi matahari. Meski Bali hanya mendapatkan 80% saja, namun fenomena ini cukup memberikan pelajaran berharga bagi anak-anak.
Gerhana Matahari saat Nyepi © Gerhana Matahari saat Nyepi di Bali Gerhana Matahari saat Nyepi "Sudah mulai, gerhananya sudah mulai," kata Rara Ayu, seorang anak yang tengah menyaksikan gerhana matahari, Rabu 9 Maret 2016.
Di Bali, pergerakan bulan menutupi matahari mulai terlihat pukul 07.30 Wita. Perlahan-lahan bayangan bulan mulai menutupi sisi sebelah kanan matahari.
"Lihat deh, mataharinya seperti bulan sabit," ungkap Sylvia menemani anaknya.
Pukul 08.30 Wita, gerhana pada puncaknya di Bali. Meski tidak tertutup total, fenomena ini cukup menarik perhatian warga di Bali yang tengah merayakan Nyepi.

Pengunjung Planetarium

Pengunjung Planetarium: Gerhana Matahari Kaya Batu Akik

20160309-Melihat Proses Terjadinya Fenomena Gerhana Matahari di Jakarta-Jakarta © Puncak gerhana matahari terlihat dari langit Jakarta, Rabu (9/3/2016). Di Jakarta, gerhana matahari ... 20160309-Melihat Proses Terjadinya Fenomena Gerhana Matahari di Jakarta-Jakarta Fenomena gerhana matahari di langit Jakarta membuat ribuan warga penasaran. Terutama warga yang sengaja menyempatkan diri mengunjungi Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Rasa penasaran juga dialami oleh Nana (35), pria asal Jakarta. Ia ke Planetarium bersama istri dan kedua anaknya untuk melihat langsung gerhana matahari.
Tak tanggung-tanggung, Nana mengaku sudah bercokol di kompleks TIM sejak pukul 05.30 WIB, agar tidak ketinggalan momen.
"Saya penasaran gerhana seperti apa. Kirain dipikirnya bakal gelap, ternyata tidak terlalu gelap," kata Nana pada Liputan6.com, Rabu (9/3/2016).
Istri Nana, Tri (33) berharap adanya gerhana juga dapat menjadi pembelajaran bagi kedua anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar. Sehingga kedua anaknya lebih mengetahui proses terjadinya gerhana.
"Ini momen cukup penting ya, karena untuk bahan pembelajaran bagi saya dan kedua anak saya. Saya bisa beri tahu pada anak tentang fenomena unik ini kapan saja terjadi, seperti apa prosesnya," tutur Tri.
Melihat langsung bulan yang menutupi matahari dari balik kacamata, menjadi pengalaman tersendiri bagi Fatihana (8) putri Nana dan Tri. Penampakan gerhana yang selama beberapa hari terkahir menjadi pertanyaan dibenaknya akhirnya terjawab sudah.
"Gerhananya kaya batu akik ayah. Senenglah bisa lihat gerhana, bisa lihat batu akiknya ayah," celetuk dia.
Tak puas hanya dengan kacamata, Tri mengaku mengajak kedua anaknya untuk juga melihat langsung fenomena ini dari siaran live streaming yang ditayangkan pihak panitia Planetarium.
"Kalau dari layar gede gini, lebih keliatan proses gerhananya," tutur Tri.
 sumber : http://u.msn.com/id-id/berita/nasional/pengunjung-planetarium-gerhana-matahari-kaya-batu-akik/ar-AAgykgl?li=AAfuHN7

Lihat Gerhana Matahari, Antrean Mengular di Planetarium Jakarta

By
Liputan6.com, Jakarta - Gerhana matahari total segera disaksikan di 12 provinsi di Indonesia pada pagi nanti. Sementara beberapa provinsi lainnya, termasuk Jakarta hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian.

Namun, antusiasme warga Ibu Kota untuk menyaksikan gerhana matahari total (GMT) sangat besar. Hal ini terlihat di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, sejak Rabu (9/3/2016) pukul 03.00 WIB, antrean warga sudah mengular di Planetarium untuk menyaksikan gerhana matahari. Ratusan orang mengantre di sisi kiri Gedung Planetarium untuk mendapatkan kacamata khusus gerhana dan suvenir yang akan dibagikan petugas.
Warga sangat antusias. Terlihat beberapa anak kecil bersemangat untuk menyaksikan gerhana matahari meski di Jakarta hanya bisa menikmati gerhana sebagian.

Seorang warga, Nur, mengaku datang sejak pukul 02.30 WIB dari Cilincing, Jakarta Utara. Warga lainnya dari Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Idah, mengantre sejak pukul 03.00 WIB.

Bahkan, ada 2 pemuda yang rela menginap di sekitar TIM. "Tidur di emperan dekat Planetarium," ucap salah seorang pemuda kepada Liputan6.com.
Pihak Planetarium TIM sebelumnya berjanji membagikan 4.700 kacamata gerhana secara gratis. Setiap pengunjung yang datang ke Planetarium akan mendapatkannya pada Rabu 9 Maret 2016 pagi.

"Kami baru akan membagikannya pada Rabu pagi, kalau sekarang masih belum, kacamatanya gratis buat siapa saja," ujar Kepala Bagian Planetarium dan Observatorium Jakarta Eko Wahyu Wibowo kepada Liputan6.com di ruang kerjanya, Jakarta, Selasa 8 Maret 2016.

Menurut Eko, pembagian secara gratis itu sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang fenomena alam yang datang sesekali itu. Kacamata tersebut juga melindungi mata dari paparan langsung cahaya matahari.

Di Indonesia, ada 12 provinsi yang dapat terlihat jelas gerhana matahari total. Yakni, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
sumber : http://news.liputan6.com/read/2454500/lihat-gerhana-matahari-antrean-mengular-di-planetarium-jakarta

Gerhana Matahari Terlihat Sempurna di Langit Bengkulu  

Rabu, 09 Maret 2016 | 09:11 WIB
Gerhana Matahari Terlihat Sempurna di Langit Bengkulu  
Gerhana Matahari, 9 Maret 2016. TEMPO/Mahanizar Djohan
TEMPO.CO, Bengkulu -Gerhana Matahari terlihat sempurna di langit Kota Bengkulu meski hanya 90 persen, karena tidak ada awan yang menyelimuti daerah ini.

Gerhana berlangsung selama tiga menit gerhana matahari menyelimuti  wilayah Bengkulu, pada Rabu 9 Maret 2016.

Kegiatan berjalan teratur dan tertib, meski pengunjung sempat berdesakan masuk kelokasi benteng. Cuaca cerah pun sangat mendukung, meski hanya terlihat 90 persen namun gerhana matahari terlihat sempurna di langit Bengkulu.

Sugianto, Kepala Seksi Observasi BMKG Bengkulu mengatakan gerhana matahari yang melingtasi wilayah Bengkulu, baik Kota Bengkulu dan Kabupaten Lebong, diperkirakan hanya terlihat 90 persen. Sementara itu kabupaten Mukomuko terlihat 100 persen.



"Bengkulu Selatan, Seluma dan Kabupaten Kaur tidak terlihat," kata Sugianto, pada Rabu 9 Maret 2016.

Sementara suasana gelap selayaknya senja pada saat gerhana matahari disambut riuh ribuan orang berada di Benteng Marlborough.

Acara nonton dan sholat gerhana matahari di lokasi peninggalan Inggris tersebut dihadiri Gubernur Bengkulu, pejabat di lingkungan pemprov, politisi Partai Golkar Agung Laksono, Ketua DPR RI Ade Komarudin dan ribuan masyarakat serta wisatawan yang tumpah tuah di Benteng Marlborough
sumber : https://m.tempo.co/read/news/2016/03/09/095752081/gerhana-matahari-terlihat-sempurna-di-langit-bengkulu


Pertama Dilintasi Gerhana Total, Bengkulu Pagi Ini Cerah Foto: DetikTravel
Bengkulu - Pagi ini langit Bengkulu cerah. Hingga pukul 05.05 WIB tadi, Bengkulu tidak berawan dan bintang di langit bisa terlihat jelas.

Bengkulu akan jadi daerah pertama di Indonesia yang dilintasi gerhana matahari total. Proses gerhana akan dimulai pada 06.19 WIB dan puncak gerhana akan terjadi pada 07.19 WIB selama 1 menit 43 detik.

Prakiraan cuaca BMKG per 7 Maret 2016, Bengkulu akan sedikit hujan. Tutupan awan di Bengkulu akan mencapai 85 persen.

Namun jika cerah, maka proses gerhana matahari total di Bengkulu bisa dinikmati lewat live streaming BMKG. Siaran live streaming ini juga bisa disaksikan di detikcom mulai pukul 06.30 WIB.

Hari ini, pengamatan gerhana matahari total di Bengkulu akan dipusatkan di Benteng Marlborough. Lokasi ini sudah siap menyambut para pemburu gerhana dan tempat salat gerhana juga sudah siap.

Menyaksikan gerhana matahari total dan parsial pada 9 Maret 2016? Kirim foto jepretan Anda ke ke redaksi@detik.com disertai nama dan nomor kontak atau ke pasangmata.com
sumber : http://news.detik.com/berita/3160735/pertama-dilintasi-gerhana-total-bengkulu-pagi-ini-cerah

Wisatawan Domestik dan Asing Sambut Gerhana Matahari di Bengkulu

Gerhana Matahari di Muko-Muko, Bengkulu (Foto: Demon/Okezone)
Gerhana Matahari di Muko-Muko, Bengkulu (Foto: Demon/Okezone)
BENGKULU - Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT), yang melintasi Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Rabu (9/3/2016), dipantau dari kantor Bupati Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Dalam pemantauan itu, BMKG Padang Panjang, Sumatera Barat dan BMKG Stasiun Kepahiang, merekam detik-detik kontak pertama gerhana atau bulan mulai menutupi matahari, pukul 06.19 WIB.
Tidak hanya itu, BMKG juga menyiarkan secara langsung GMT di Bengkulu, yang dapat dilihat http://media.bmkg.go.id/hilal. Pengamatan yang mulai berlangsung pukul 06.15 WIB itu, sempat ditutupi awan tebal dibagian timur.
Dalam proses pengamatan tersebut, puluhan masyarakat yang berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Mukomuko dan wisatawan asing dari Kosta Rika, Belgia, serta wisatawan asing lainnya, ikut menyaksikan secara langsung GMT di kantor Bupati Mukomuko.
Tidak hanya itu, dalam pengamatan GMT tersebut, BMKG yang sebelumnya menyediakan kacamata khusus gerhana. Sempat menjadi rebutan masyarakat Mukomuko. Pasalnya, dari pihak BMKG hanya menyediakan sekira 100 kacamata khusus Gerhana.
Hingga pukul 07.02 WIB, dari pemantauan live streaming bulan sudah menutupi 80 persen matahari, yang mana gerhana total akan terjadi pukul 07.19 WIB.
"Mukomuko terjadi gerhana total, dan ini bisa kita saksikan secara langsung, kata Kepala Seksi Data dan Informasi, Amu Simanjuntak
sumber :  http://news.okezone.com/read/2016/03/09/340/1331345/wisatawan-domestik-dan-asing-sambut-gerhana-matahari-di-bengkulu

4 Momen Unik Gerhana Matahari Total di Bengkulu

Bahtiar Rivai - detikNews
Halaman 1 dari 5
4 Momen Unik Gerhana Matahari Total di Bengkulu
Bengkulu - Provinsi Bengkulu menjadi daerah pertama di Indonesia yang dilintasi gerhana matahari total pagi tadi, Rabu (9/3/2016). Pengamatan dan salat gerhana dipusatkan di Benteng Marlborough, sedangkan titik pengamatan ideal yang berada di pusat jalur gerhana ada di Kabupaten Mukomuko.

Berikut ini keunikan dan meriahnya warga dan turis di Bengkulu menyambut gerhana matahari total:
4 Momen Unik Gerhana Matahari Total di Bengkulu Foto: Amris Tanjung/pembaca detikcom
Berbeda daerah lain yang menggelar nonton bareng gerhana di pantai atau bukit, Pemprov Bengkulu menggelar acaranya di Benteng Marlborough. Dari titik tertinggi di benteng ini ada pemandangan ke lepas pantai.  
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengatakan, pemilihan benteng ini atas usul Wakil Presiden Jusuf Kalla, sehingga provinsi pertama yang dilintasi gerhana bisa menyambutnya di tempat yang tidak biasa.  Benteng Marlborough adalah bangunan bersejarah peninggalan era penjajahan Inggris pada 1714
4 Momen Unik Gerhana Matahari Total di Bengkulu Foto: Bahtiar Rifai/detikcom
Jika dulu Benteng Marlborough dipakai untuk pertempuran bersenjata, maka pada hari gerhana 2016, tempat ini dipakai lokasi perang melawan mitos negatif dan kekeliruan soal gerhana matahari total. Pemprov Bengkulu mengundang sekitar 2.000 pelajar untuk ikut salat dan pengamatan gerhana. Usai kedua acara utama itu, mereka diajak mengikuti talkshow soal gerhana.
"Mereka harus tahu bahwa gerhana itu fenomena alam yang bisa diteliti, bukan mitos atau takhayul," ," kata Ferry Ernez Parera, Protokoler Pemprov Bengkulu. (Baca juga: Perang Melawan Mitos Gerhana di Benteng Marlborough).
Halaman 4 dari 5
4 Momen Unik Gerhana Matahari Total di Bengkulu Foto: Bahtiar Rivai
Warga Bengkulu sejak subuh sudah memadati Benteng Marlborough. Selain ingin mengikuti acara menyambut gerhana, mereka juga hendak salat berjamaah. "Di sini mau lihat dan mau sholat. Mau berdoa juga agar Bengkulu lebih baik," kata Irma (52), warga Kota Bengkulu.
Irma adalah satu dari ribuan warga Bengkulu yang melaksanakan salat gerhana. Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti berharap gerhana yang jadi perhatian internasional ini membuat Bengkulu lebih baik dan mendunia. 
4 Momen Unik Gerhana Matahari Total di Bengkulu Foto: Amris Tanjung/pembaca detikcom
Gerhana matahari total makin meredupkan Mukomuko yang memang sudah mendung sejak subuh. Masyarakat yang berada di lokasi paling ideal mengamati gerhana matahari total di Bengkulu ini nyaris tak bisa melihat fenomena alam yang langka itu karena langit berawan.
Namun saat gerhana matahari total mencapai puncaknya, korona matahari terlihat di sela-sela awan. Korona adalah atmosfer matahari yang sehar-hari tak terlihat karena tertutup sinar matahari. Saat sinar surya meredup karena tertutup bulan, korona pun muncul.
Mukomuko juga jadi lokasi pengamatan dan penelitian gerhana oleh BMKG. Dari daerah pertama yang dilewati gerhana matahari total inilah BMKG menyiar live streaming proses fenomena alam langka itu.
(Baca juga: Meski Mendung, Mukomuko Tetap Bisa Nikmati Gerhana Matahari Total dan Korona)
sumber : http://news.detik.com/berita/3161047/4-momen-unik-gerhana-matahari-total-di-bengkulu/5

Meski Mendung, Mukomuko Tetap Menikmati Korona Matahari Foto: Amris Tanjung/pembaca detikcom
Jakarta - Warga Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, ikut menikmati gerhana matahari total meski cuaca berawan. Saat gerhana matahari total mencapai puncaknya dan korona mentari muncul pun masih terlihat meski terselimuti awan tipis.

Pembaca detikcom, Amris Tanjung, yang menyaksikan fenomena alam langka ini tadi pagi, Rabu (9/3/2016), mengirimkan foto-foto yang menunjukkan puncak gerhana matahari total lengkap dengan koronanya. Amris mengambil foto ini dari Jalan Sukarno-Hatta, Ujung Padang Kota Kabupaten Mukomuko.

Warga Mukomuko, Bengkulu, menyaksikan gerhana matahari total. (Amris Tanjung/pembaca detikcom)


Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Mukomuko merupakan titik paling ideal di Bengkulu untuk mengamati gerhana matahari total. BMKG mengirim penelitinya ke Mukomuko untuk mengamati gerhana sekaligus menyiarkan proses gerhana secara live streaming.

Tadi pagi, gerhana di Mukomuko dimulai pukul 06.19, daerah pertama yang dilintasi fenomena alam langka ini. Puncak gerhana matahari total terjadi pada 07.19 WIB selama 1 menit : 43 detik.  

Penampakan Ramainya Benteng Marlborough, Spot Gerhana di Bengkulu

Bahtiar Rivai - detikNews
Penampakan Ramainya Benteng Marlborough, Spot Gerhana di Bengkulu Foto: DetikTravel
Bengkulu - Warga Bengkulu berduyun-duyun datang ke Benteng Marlborough. Benteng peninggalan era kolonial Inggris yang dibangun pada 1714 ini menjadi pusat pengamatan gerhana di Bengkulu.

Ita (39) mengatakan, ia berangkat menjelang subuh dari rumahnya di kawasan Pulau Bay. Bersama keluarganya ia datang ke Benteng Marlborough di daerah Tapak Paderi, Kota Bengkulu. "Ini pertama kali (lihat gerhana), saya antusias sekali," ujarnya kepada detikcom, Rabu (9/3/2016).

Buat Irma, ini bukan pertama kalinya menyaksikan gerhana. Pada 1983 saat fenomena yang sama terjadi di indonesia, ia bersama penduduk Dusun Lais di Bengkulu Utara melihat gerhana dengan cara memandang pantulannya di baskom air.

Persiapan salat gerhana di Benteng Marlborough, Bengkulu (Bahtiar Rivai/detikcom)


Pada pukul 06:20 WIB, warga Bengkulu akan melakukan sholat gerhana di Benteng Marlborough. Setelah itu warga akan menanti gerhana matahari total.

Bengkulu akan jadi daerah pertama di Indonesia yang dilintasi gerhana matahari total. Proses gerhana akan dimulai pada 06.19 WIB dan puncak gerhana akan terjadi pada 07.19 WIB selama 1 menit 43 detik.

Hingga pukul 05.05 WIB tadi, Bengkulu tidak berawan dan bintang di langit bisa terlihat jelas. Jika terus cerah, maka proses gerhana matahari total di Bengkulu bisa dinikmati lewat live streaming BMKG. Siaran live streaming ini juga bisa disaksikan di detikcom mulai pukul 06.30 WIB.

Suasana di Benteng MarlboroughBengkulu


Menyaksikan gerhana matahari total dan parsial pada 9 Maret 2016? Kirim foto jepretan Anda ke ke redaksi@detik.com disertai nama dan nomor kontak atau ke pasangmata.com